Sejarah Videografi..

Pada dasarnya, manusia menciptakan atau menemukan segala sesuatu adalah untuk mempermudah hidupnya. Benda yang diciptakan manusia pada awal peradaban dan masih dipakai sampai sekarang adalah roda. Sedangkan benda terakhir yang diciptakan manusia sulit untuk disebut sebab dalam setiap detik pasti ada temuan baru di dunia ini. Demikian pula dalam fotografi. Kamera pertama diciptakan hampir 200 tahun lalu untuk merekam hal visual yang selama itu hanya bisa diabadikan dengan gambar tangan. Kemudian, kemajuan dalam media perekamnya pun berjalan dengan lambat. Setelah era film pelat dengan berbagai emulsi kimia pendukungnya dipakai, era film gulungan pun membuat fotografi jadi makin diminati orang karena menjadi mudah, ringan, dan massal. Walau begitu, revolusi fotografi lewat hadirnya film gulungan tidaklah sedrastis revolusi yang dihasilkan fotografi digital. Betapa banyak hal yang lalu “diobrak-abrik”, seperti kemudahan pengiriman dan penyimpanan foto serta betapa makin mudahnya orang memijit rana. Harga film yang mahal tinggal ceritera lama. Dalam fotografi digital, harga sebuah jepretan menjadi nisbi, tergantung harga dan umur pakai sebuah kamera serta harga foto itu nantinya.
Fotografi digital awalnya diciptakan atas kegelisahan kaum jurnalis foto akan aktualitas foto yang dibuatnya. Dengan fotografi analog, ada waktu yang hilang antara saat menjepretkan rana dan saat foto itu muncul di sebuah halaman media massa. Waktu hilang ini terjadi karena ada kebutuhan untuk mencuci film, mencetak, lalu mengirimkannya ke tujuan lewat kurir. Bagi sebuah kantor media massa pun fotografi digital sangat menguntungkan karena menghemat tempat penyimpanan dokumentasinya. Sekitar 5.000 foto beresolusi tinggi bisa disimpan dalam sekeping cakram DVD saja. Proses pencarian foto digital pun sangat mudah dengan pertolongan komputer. Namun, dalam perkembangannya, orang umum pun turut menggemari fotografi digital. Masalah konvergensi dalam dunia komputer secara umum memacu orang untuk beralih ke fotografi digital.Walau begitu, saat ini masih sangat banyak orang segan berpindah ke fotografi digital dengan alasan masih senang pada kamera analog mereka.
Hal yang sama juga terjadi di dunia perfilman, video analog kini sudah ditinggalkan. Para editor lebih suka mengedit film secara digital karena dianggap lebih praktis dan efisien..
VIDEO

Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu
waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan
frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps
(frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi
gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan
yang ditampilkan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s